Minggu, 23 November 2008

Pesta Blogger Narsis

Narsis!

“Isi blogger boleh narsis.” Begitu kata pembicara sessi Blogger for Newbies (?) di salah satu ruang di Gedung BPPT Jakarta pada acara Pesta Blogger 2008 yang berlangsung Sabtu (22/11) siang.

Maksudnya, buat blogger yang kesulitan menulis pada hari-hari pertama membuat blog boleh menceritakan apa saja yang ada dalam dirinya dan yang tengah dialaminya. Entah itu kejadian peristiwa pada suatu hari. Atau cukup mem-posting foto-foto diri yang lagi beraksi di depan kamera digital, entah itu sendiri, bersama teman, atau berdua saja dengan pacar.

Narsis, membangga-banggakan diri sendiri, memang, menjadi cara yang paling mudah dan ampuh untuk dijadikan subyek tulisan di dalam blog. Karena narsis merupakan sumber yang paling mudah dan paling dekat dari kita.

Diakui atau tidak, kebanyakan blog yang ada, memang, berisi soal narsis-narsisan ini. Sah-sah saja. Dan tidak ada yang bisa melarang. Apalagi sampai meminta wordpress.com untuk menutup blog-blog yang isinya narsis melulu, seperti yang dilakukan oleh Bapak Blogger Indonesia dan Departemen Komunikasi & Informatika RI ketika beberapa hari lalu ada blogger iseng yang menerbitkan kartun-kartun yang dianggap menghina seorang nabi. Sesuatu yang menurut saya terlalu berlebihan. Apalagi seperti halnya narsis, blog itu esensinya adalah freedom of expression.

Narsis!

Inilah hal yang saya tangkap pertama kali di awal pembukaan Pesta Blogger 2008. Bayangkan, sudah tahu waktu molor hampir 30 menit dari jadwal yang sudah ditetapkan, eh, panitia malah membuang waktu hanya untuk memperkenalkan diri kepada Menristek dan pejabat tinggi yang mewakili Menkominfo serta Menbudpar. Sepertinya, panitia inti Pesta Blogger ini merasa berjasa sudah berhasil mengumpulkan 1000 blogger berkumpul untuk kedua kalinya. Dan, atas kerja keras tersebut, boleh dong panitia narsis.

Baru sekali ini, dalam sejarah hidup saya, melihat panitia diperkenalkan di atas panggung secara khusus di acara pembukaan dan menghabiskan waktu lebih dari 10 menit, sementara sambutan tiga menteri saja rata-rata cuma lima menit. Saya pernah nonton konser musik, teater, dan peragaan busana. Seluruh anggota band, aktor dan aktris, serta perancang busana diperkenalkan di ujung acara. Bahkan dalam setiap seminar atau diskusi yang saya ikuti, tidak pernah ada panitia yang memperkenalkan diri. Jadi, hanya di Pesta Blogger 2008 inilah saya baru sekali melihat panitia yang narsis!

Bisa jadi kenarsisan ini disebabkan panitia juga ketularan virus selebritis. Kepingin terkenal seperti Pasha Ungu, Ariel Peterpan, atau Tika Panggabean-nya Project Pop.

Padahal sejatinya, blogger itu, seperti halnya wartawan, adalah orang-orang yang terbiasa bekerja tanpa dilihat orang lain. Bekerja dalam kesunyian, kesenyapan, tanpa hiruk-pikuk tepuk tangan penonton, untuk menyampaikan gagasan-gagasannya kepada masyarakat luas. Dan itu dilakukan dengan ketulusan, tanpa pamrih, dan tidak harus diketahui orang banyak. Blogger itu, seperti wartawan ataupun penulis lainnya, yang dikenal hanya tulisan dan namanya saja. Bukan sosoknya, bukan tampilannya.

Beberapa teman blogger yang hadir, sebetulnya, berharap Pesta Blogger tahun ini lebih mengedepankan isu-isu yang akan dialami atau menjadi tantangan para blogger di masa datang. Seperti, adanya undang-undang yang dapat menjerat blogger masuk penjara. Atau berbagi pengalaman dengan wartawan yang kini intens menggeluti dunia blog seperti yang dijalani Pepih Nugraha dari Harian KOMPAS yang kini mengelola kompasiana.com. Kita bisa belajar dari dia bagaimana mengambil bagian yang paling menarik dari sebuah peristiwa. Bagaimana menuliskannya. Ini yang rasanya diharapkan Iwan Piliang (http://blog-presstalk.com/) dan dua blogger lainnya, Agung Sadhadi Nugraha (http://naufalziz.wordpress.com/) dan M. Mirza (http://mirza3m.tk/) yang datang dari Ciputat sejak pagi.

”Walau terkesan narsis, tahun ini masih mendingan dibanding tahun lalu yang mirip arisan,” kata Be Samyono (http://samlens.blogspot.com/), yang dua tahun berturut-turut ikut Pesta Blogger. ”Tahun lalu malah kita harus kelar jam 5 sore karena tempatnya (blitzmegaplex) mau dipakai lagi buat pertunjukan film,” sambung arsitek lulusan Universitas Petra Surabaya yang malah menggeluti fotografi ini.

Rasanya, kalau tahun depan akan digelar lagi, Pesta Blogger sudah harus melupakan euforia fenomena maraknya blogger di Indonesia. Setidaknya, panitia tidak perlu narsis-narsisan lagi. Kita harus fokus pada hal-hal yang bisa jauh lebih berguna untuk masyarakat luas dan bagi kecakapan blogger itu sendiri, sesuai tema Pesta Blogger 2008, Blogging for Society.

Toh, saya tetap salut kepada seluruh panitia Pesta Blogger 2008. Betapapun kerja keras mereka patut diacungi dua jempol! Terutama dalam hal kenyamanan para blogger. Saya juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh panitia. Karena di ujung acara, nomor saya 1116 dinyatakan sebagai pemenang utama door prize berupa sebuah notebook Compaq Presario CQ45-110AU dari Hewlett Packard Indonesia. Saya tidak menyangka bakal mengecewakan blogger-blogger lainnya yang harap-harap cemas menanti hadiah utama itu....

Saya jadi ikut-ikutan ketularan narsis, nih....

(AH, 23 November 2008)

10 komentar:

kinanthi sophia ambalika mengatakan...

wah pak abi saya ikut ikutan di narsisi dengan menukliskan kata dan identitas saya di sini hahahaha meskipun kemarin sempat berjaji nggak moto diri sendiri ternyata mupeng juga lihat banyaknya orang yang berbangga jadi dirinya sendiri. :). photo saya kirim krm email mana?

Jakartasiana mengatakan...

mas sam, terima kasih, ya, sudah mau membaca dan memberi komentar.

saya kan kepingin juga punya foto dari fotografer yang memotret mayla, biar seolah-olah saya kayak selebritis juga seperti dia. ha...ha...ha.... lagi-lagi narsis, nih.

kirim aja ke abi2602@gmail.com

ditunggu, ya, mas sam!

sekali lagi, terima kasih.

sukses selalu buat mas sam.

:)

Anonim mengatakan...

Blognya oke punya mas!!!...

BTW, ada hubungan sama kompasiana????
soalnya nama blog-nya Jakartasiana???

he...he....

Anonim mengatakan...

sorry agak telat,
bener juga sih... masa' panitia dikenalin, d dalam acara lagi...
emang warga kita harus banyak belajar apa artinya "ikhlas dan sabar" (ngutip film AAC)
Tulisannya enak dibaca pak...KREATIF!!!

Jakartasiana mengatakan...

- Mas Yul,

Memang namanya terinspirasi kompasiana. Tadinya mau bikin indonesiana, tapi blog itu sudah ada yang punya. Akhirnya, jakartasiana yang dipilih.

Saya juga baca blog Mas Yul, oke juga, tuh. Tetep ngeblog, ya, Mas.


- Mir,

Baru bangun?

Judul sengaja dibuat catchy. Biar elo mau baca. Ha...ha...ha....

Kalau gw belajar "ilmu ikhlas" dari Deddy Mizwar di Para Pencari Tuhan.

Sori bgt, gw gak nonton AAC. Karena film itu "membangga-bangga"-kan poligami. Masa Islam cuma hebat soal poligami model begitu.

Tetep menulis blog, ya. Ntar kita janjian sama Iwan, Agung, dan Sam buat ngopi-ngopi.

- Sukses selalu buat semua!

:)
AH

Anonim mengatakan...

Konon kabarnya om Ray Surya hadir lho dalam acara Pesta Blogger kemaren..

Jakartasiana mengatakan...

Mas Dod,

Ray Surya siapa?

Gak ketemu, tuh.

:)
AH

Anonim mengatakan...

itu.. "Bapak Tiri" blogger-nya Indonesia..

http://musakazhim.wordpress.com/2008/03/01/roy-suryo-blogger-tukang-tipu/

Taufik Al Mubarak mengatakan...

Seorang wartawan senior bilang ke saya, "kenapa ilustrasi wajah kamu di kolom kecil sekali?" saya hanya menjawab, "itu terlalu narsis!" dia langsung memangkas kalau pekerja media itu harus narsis, "Tuhan saja menciptakan dunia dengan narsis!" saya diam saja. Klo pekerja media narsis, blogger boleh dong. Mas, tulisannya bagus-bagus, bisa belajar banyak ni. Ini blog aku http://jumpueng.blogspot.com

Anonim mengatakan...

RX Pharmacy Online. Get Cheap Medication online. Buy Pills Central.
[url=http://buypillscentral.com/buy-generic-brand-levitra-online.html]Buy Top Quality Viagra, Cialis, Levitra, Tamiflu[/url]. prescription generic drugs. Top quality drugs pharmacy